Aborsi... Please Read It !


Hai, Mama... 

... Aku adalah bayi mama yang sedang didalam kandunganmu. mama mungkin belum kenal aku, Aku baru berumur beberapa minggu. Namaku Imut, dan aku memiliki mata cokelat yang indah dan rambut hitam. Hmm, Sebenarnya aku belum memilikinya sekarang, tapi saat aku lahir aku akan memilikinya. Mama dan aku akan saling memiliki. Kita akan saling membantu, dan saling mencintai. Aku ingin menjadi dokter saat aku dewasa. 

Mama.. hari ini kau telah mengetahui tentang keberadaanku! Kau sangat antusias dan merasa ingin memberitahu semua orang. sepanjang hari ini mama terus tersenyum. Senyummu sangat indah ma, senyum diwajahmu akan menjadi wajah pertama yang aku lihat dalam hidupku nanti, dan aku tahu bahwa itu akan menjadi hal terindah yang saya lihat dalam hidup aku. 

Hari ini kau akan memberitahu papa tentang keberadaanku. Kau begitu bersemangat untuk bercerita tentang saya! ... Papa ternyata tidak senang dan marah. Papa mulai membicarakan tentang sesuatu yang disebut pernikahan, uang, umur, dan hal-hal yang belum aku mengerti. Kemudian papa memukul mama. Aku bisa merasakan mama jatuh ke belakang, dan tanganmu berusaha untuk melindungiku. Aku baik-baik saja ma ... tapi aku sangat sedih. Kemudian mama menangis dan membuat aku menangis juga. Mengapa papa menyakiti mama? Aku tidak suka bila mama disakiti. 

Akhirnya, mama dapat melihat aku! Perut mama sedikit lebih besar, dan kau begitu bangga padaku! mama pergi denganku untuk membeli baju baru, dan kau sangat sangat bahagia. Aku bisa menggerakkan tangan dan kaki saya sekarang, ma. Aku melakukannya karena mama meletakan tangan di perut untuk merasakan keberadaanku, dan aku tertawa. mama juga tertawa, Aku sayang kamu mama ! 

Aku takut ma... Papa datang hari ini. Papa berkata bahwa dia tidak ingin kehadiranku didunia. Aku tidak tahu mengapa, tapi itulah yang papa katakan. Dan ia memukul mama lagi. Mama, aku marah. Jika aku tumbuh besar, Aku berjanji tidak akan membiarkan mama terluka! Aku berjanji untuk melindungimu. 

Kau tidak bicara padaku malam ini, Mama. Apakah semuanya baik-baik saja? Sudah tiga hari sejak kau bertemu papa, mama tidak pernah berbicara atau menyentuhku. Mama apakah kau masih mencintaiku ? Aku masih mencintaimu mama. 

Mama.. Hari ini aku berumur 21 minggu. kau membawaku kesuatu tempat yang asing hari ini. Kelihatannya seperti rumah sakit

...Mama, aku takut. Jantung mama berdetak sangat kencang, tapi aku tidak tau mengapa ?

Kemudian mama berbicara dengan dokter. Apa yang terjadi mama... Aku sangat takut, Mam. Kumohon katakan padaku bahwa kau mencintaiku. Agar aku merasa aman... Aku mencintaimu mama ! 

Mamaaaa....., apa yang mereka lakukan padaku !!! Sakiiit! Kumohon suruh mereka berhenti ! Aku mohooon mama, tolong saya! hentikan mereka ! 

Mama... Jangan khawatir, sekarang aku aman. Aku sudah di surga dengan para malaikat sekarang. Mereka yang memberitahukan saya apa yang telah mama lakukan, dan mereka mengatakan itu disebut aborsi. 

Mama, Mengapa ? Mengapa kamu melakukannya? mama tidak mencintaiku lagi? Mengapa mama menyingkirkan aku? Apakah aku membuat sesuatu yang salah ? Aku mencintaimu, Mama! Aku mencintaimu dengan segenap hati. 

Mengapa kau tidak mencintaiku? Aku sangat ingin merasakan hidup didunia! Aku ingin merasakan tersenyum, dikasihi dan mengasihi, bersekolah, bekerja, menikah. Aku seharusnya belum waktunya berada di sini. Apa aku telah melakukan suatu kesalahan yg membuat mama tidak mencintaiku lagi ???, hingga mama tega meng-Aborsi ku. Aku minta maaf jika memang aku bersalah
Mama.. Aku tetap mencintai dan merindukanmu.... :(

Dalam Setiap proses aborsi... 
Satu jantung yang dihentikan... 
Dua mata yang tidak akan pernah melihat... 
Dua tangan yang tidak akan pernah menyentuh... 
Dua kaki yang tidak pernah akan berjalan... 
Satu lagi mulut yang tidak akan pernah berbicara... 

Jika Anda menentang aborsi, 
silahkan Share dan bagikan renungan ini... Gbu

1 comment:

Majalah Sinode20 said...

benar-benar mengesankan ^-^ Nggak nyangka bahasanya sangat bagus dan menarik Jbu