APAKAH ENGKAU MASIH MENCINTAIKU, BILA..... ?

Pada suatu hari aku bangun pagi-pagi untuk menyaksikan matahari terbit, sambil mengagumi ciptaan Tuhan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata. Aku memuliakan Tuhan untuk karya-Nya yang agung. Sewaktu aku duduk disitu aku merasakan kehadiran Tuhan bersamaku, Ia bertanya kepadaku:
"Apakah engkau mencintai Aku?" 
Aku menjawab: "Tentu saja, Tuhan! Engkau adalah Allah dan Penyelamatku!" 
Lalu Ia bertanya: 
"Jika tubuhmu cacat, apakah engkau masih mau mencintai Aku?"
Aku bingung.... kupandang ke lengan, kaki dan bagian tubuhku, Dan saya menjawab: 

"Akan sangat berat Tuhan, tetapi aku akan tetap mencintai Engkau"

Kemudian Tuhan berkata: 

"Jika engkau buta, apakah engkau masih mau mencintai ciptaan-Ku?"
Hmm... Bagaimana mungkin aku dapat mencintai sesuatu yang tidak dapat saya lihat? Lalu aku teringat akan begitu banyak orang buta didunia dan bagaimana mereka masih tetap mencintai Tuhan dan ciptaan-Nya. Karena itu aku menjawab: 

"Sukar untuk memikirkan hal itu, tetapi aku akan tetap mencintai Engkau".

Tuhan kemudian bertanya kepadaku: 

"Jika engkau tuli, apakah engkau masih mau mendengarkan Firman-Ku?"
Bagaimana mungkin aku mendengarkan sesuatu bila tuli? Lalu aku terpikir, Mendengarkan Firman Tuhan bukan hanya dengan telinga, tetapi juga dengan hati. Maka aku menjawab:

"Akan sulit sekali, Tuhan, tetapi aku akan tetap mendengarkan Firman-Mu" 


Kemudian Tuhan bertanya: 
"Jika engkau bisu, apakah engkau masih mau memuliakan NamaKu?"
bagaimana mungkin aku dapat memuji tanpa suara, lalu aku terpikir, Tuhan menghendaki aku memuji dari dasar hati, bagaimanapun bunyinya, jadi aku menjawab:
"Biarpun aku bisu, aku akan tetap memuliakan NamaMu" 



Lalu Tuhan bertanya: 
"Apakah engkau sungguh-sungguh mencintai Aku?"
Dengan berani dan tanpa ragu aku menjawab tegas: 

"Ya. Tuhan! Aku mencintai Engkau, sebab Engkaulah satu-satunya Allah yang benar!"


Aku kira aku sudah menjawabnya dengan baik, tetapi untuk kesekian kalinya Tuhan bertanya:
"LALU MENGAPA ENGKAU BERBUAT DOSA?"
Dengan terasa gentar, aku menjawabnya:

"Sebab aku seorang manusia biasa... Aku tidak sempurna" 


"LALU MENGAPA PADA WAKTU TENTERAM ENGKAU MENYIMPANG SANGAT JAUH? MENGAPA HANYA BILA SUSAH ENGKAU BERDOA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH?"


Aku tidak bisa menjawab... Hanya air mata yang menetes.

Lalu Tuhan melanjutkan:
"Mengapa memuji hanya pada waktu berdoa bersama ?"
"Mengapa mencari Aku hanya pada waktu ibadah ?"
"Mengapa memohon sesuatu hanya untuk kepentingan diri sendiri ?"

Kepalaku tertunduk.... Air mata terus mengalir dipipiku.

Aku tidak dapat menjawab...
Hatiku menjerit dan air mata mengalir deras, Aku berkata: 

"Ampunilah aku, ya Tuhan. Aku tak pantas menjadi anakMu".

Tuhan menjawab: 

"Ya Aku mengampunimu anak-Ku, karena Itulah kasih karunia-Ku"

Bila engkau menangis, Aku akan menangis bersamamu.
Bila engkau bergembira, Aku akan tertawa bersamamu.
Bila engkau sedih, Aku akan menghibur hatimu.
Bila engkau jatuh, Aku akan mengangkatmu.
Bila engkau lelah, Aku akan menggendongmu.

Dan Aku akan mencintai engkau selama-lamanya"



Aku bertanya kepada Tuhan: 
"Seberapa besar kasih-Mu padaku?"

Tuhan membentangkan kedua tanganNya, dan terlihat bekas-bekas tembusan paku. 
Aku menangis sejadi-jadinya.

Kemudian... Aku bersujud dan berdoa di hadapan KRISTUS, PENYELAMATKU.

Terima Kasih Tuhan Yesus... 
Kau Bapaku yang baik...


Jeffry S. Tjandra - S'lalu kupegang janji-Mu 

No comments: