HIDUP INI BERARTI JIKA DIBERI ARTI


Seburuk apapun keadaan kita saat ini, masih ada kemungkinan terjadi keadaan yang lebih buruk lagi di masa depan. Demikian juga sebaliknya, sebaik apapun keadaan kita hari ini, pasti ada kemungkinan hidup yang lebih baik lagi di waktu yang akan datang. Karena itu, hidup ni tidak tergantung pada berapa lamanya, tetapi apa yang dilakukan selama kita hidup. Hidup ini akan berarti bila kita memberi arti.

Pagi hari tidak sekedar hari baru bila kita memulai hari itu dengan bersyukur pada Tuhan. Karena jantung, paru-paru, dan organ-organ tubuh kita masih berfungsi. Malam hari tidak hanya sekedar jam tidur bila kita pergi tidur dengan rasa bersyukur atas perlindungan tuhan yang kita alami sepanjang hari dan atas kekuatan yang dia berikan untuk mengisi kehidupan yang berharga ini. Istri, suami, anak, orang tua, saudara, anak saudara, dan teman-teman kita akan terasa lebih menakjubkan bila kita mensyukuri kehadiran orang-orang tercinta ini didalam hari-hari kita dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka.

Pekerjaan dan sosial kita akan lebih berarti kalau kita melihatnya sebagai kesempatan untuk menjadi berkat dan berbagi hidup dengan orang lain. Suka duka kehidupan ini akan semakin berkesan bila kita mampu memanfaatkannya sebagai pengasah diri yang efektif untuk hidup sebagai pribadi yang lebih baik. 

Lepas dari segala kekecewaan dan kesedihan yang pernah kita alami, sesungguhnya apapun dan siapapun yang diijinkan tuhan mewarnai kehiduan kita, pasti akan lebih menarik bila kita bisa menghargainya sebagai bentuk kasih Tuhan kepada kita untuk membuat hidup ini lengkap, indah dan berarti.

Idola saya pernah ber-Firman “janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum. Dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Kita semua pasti sering mengkhawatirkan hidup ini. Khawatir tentang apa yang di makan-minum-pakai. Kadang kita khawatir dengan hal-hal yang tidak diketahui pasti. Seringkali kekhawatiran itu tiba-tiba muncul dan “menekan” serta mencuri kebahagiaan hidup kita.

Kata “khawatir” itu sendiri dalam bahasa yunani menggunakan kata “merimna” atau ”merimnao”, yang artinya “hancur berkeping-keping”. Dengan kata lain, segala yang indah sekalipun bisa “hancur berkeping-keping” kalau ada kekhawatiran berlebih didalam hidup kita.

Keramik Cina yang sangat mahal sekalipun akan kehilangan keindahannya kalau sudah hancur berkeping-keping. Demikian juga hidup ini akan kehilangan keindahannya, jika ada kekhawatiran yang berlebih didalam jiwa dan pikiran kita. Masa depan yang cemerlang tidak lagi bisa dilihat dengan pengharapan jika hati dipenuhi kekhawatiran yang berlebih akan masa depan. Jaminan pemeliharaan tuhan yang menyediakan hidup berkelimpahan tidak lagi menarik kalau kekhawatiran yang berlebih menguasai pikiran kita.

Arti lain kekhawatiran dalam bahasa yunani diatas adalah: ”mencengkram erat-erat”, ibarat kita sedang memegang selang yang sedang mengalirkan air, tiba-tiba karena khawatir, tangan kita secara otomatis mencengkram erat-erat selang tersebut,sehingga mengakibatkan airnya berhenti mengalir.

Damai sejahtera, kasih, sukacita, semangat, dan pengharapan adalah berkat yang sudah tuhan sediakan. Damai sejahtera kita akan hilang jika kita terlampau khawatir. Semua janji-janji dan pemeliharaan tuhan bisa menjadi tidak berarti jka kita mengijinkan kekhawatiran dalam bentuk apapun muncul dalam hati kita. Warna-warni hidup yang indah luar biasa ini akan memudar jika ada kekhawatiran lebih menyelinap didalam pikiran kita.

Hidup ini akan membosankan bila kita tidak memberinya arti untuk berbagi berkat dengan orang lain. Sebaliknya, hidup ini akan penuh dengan penghargaan dan respek dari orang lain terhadap kita bila kita mampu mensyukuri berkat tuhan atas kita. Hidup kita akan lebih bersemangat bila kita mampu memberinya arti sesuai dengan yang dikehendaki oleh Tuhan.

Gbu,
Micko Sugiri

No comments: