SAAT TUHAN MELEMPARI KEPALAMU !

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.

Pekerja itu berteriak-teriak tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.

Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada dibawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya.

Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yg sama.

Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. kerikil tersebut jatuh tepat mengenai kepala temannya, tetapi temannya hanya menengok ke kanan dan kekiri untuk mencari sumber batu kerikil tersebut setelah itu kembali fokus ke pekerjaannya.

Karena pesan penting tersebut harus di sampaikan saat itu juga, ia terpaksa mengambil batu yang cukup besar dan melemparnya tepat di kepala temannya yang di bawah, dan karena merasa sakit temannya menengadah ke atas. Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.




Micko's Note:
Seringkali manusia mengabaikan Tuhan ketika kehidupan ini dalam kondisi yang "NYAMAN". Dalam kondisi "nyaman" tersebut kita biasanya tidak memperdulikan ketika Tuhan ingin berbicara kepada kita, kita tidak mau tau apa rencana Tuhan untuk kita, kita tidak mau mengikuti kehendak Tuhan untuk kehidupan ini dan kita lupa atau malas untuk beribadah kepada-Nya.

Dulu, situasi "NYAMAN" tersebut juga pernah saya alami, ketika saya "nyaman" dengan narkoba dan dosa-dosa saya, beraktifitas "nyaman" dengan tubuh yang sehat, berprinsip "nyaman" dengan egoisme saya, dan berbagai versi kenyamanan sebelum saya bertobat.

Saat dalam dalam situasi "NYAMAN" tersebut, tidak 100% saya melupakan Tuhan, masih sih ingat sama Tuhan tetapi hanya dalam hati kecil saja tanpa ada tindakan yang sungguh-sungguh untuk kembali ke jalan Tuhan.

Tuhan juga telah mencoba "MELEMPAR" saya dengan lembut melalui berkat kehidupan yang melimpah dan melalui keluarga dan orang-orang yang saya kasihi, tetapi panggilan Tuhan yang lembut tersebut tidak membuat saya ingat kepada-Nya.

Suatu saat Tuhan "MELEMPAR" saya dengan permasalahan-permasalahan kecil, tetapi itu hanya membuat saya bertobat sesaat dan tidak sungguh-sungguh.

Sampai pada akhirnya, Tuhan "MELEMPAR" saya dengan masalah-masalah yang sangat besar. Pada saat itulah mau tidak mau saya harus mencari Tuhan karena tidak ada seorangpun yang bisa membantu saya kecuali kuasa Tuhan. Saya pun bersunguh-sungguh bertobat dan berharap sepenuhnya kepada Tuhan Yesus. Kualitas kehidupan saya menjadi jauh lebih baik dan Kasih Tuhan melimpah di dalam hidup saya saat ini.

Tuhan kadang-kadang menggunakan situasi yang menyakitkan untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Seringkali Tuhan memberi berkat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Karena itu Tuhan menjatuhkan "batu" kepada kita demi kebaikan kita.

Tetapi alangkah lebih baik apabila kita mau menengadah kepada Tuhan di saat situasi hidupmu dalam kondisi yang "NYAMAN" . Sehingga kita tidak perlu merasakan sakitnya "LEMPARAN" batu yang besar !.

By: Micko Sugiri

No comments: