True Story: LOVE NEVER FAILS


"Love Never Fails", adalah sebuah kesaksian yang mengisahkan tentang Kisah Cinta Sejati antara Ralph, seorang aktor film Singapura bersama dengan istrinya Alice.

Ralph dan Alice, menikah tanggal 28 Agustus 1993 di Hong Kong. Sebagai anak Tuhan, mereka berkomitmen dan berdoa agar pernikahan mereka adalah untuk memuliakan Tuhan. Agar nama Tuhan dimuliakan dalam pernikahan mereka.

Seminggu sebelum menikah Ralph mengeluh kepalanya pusing dan tidak bisa mendengar perkataan istrinya. Mereka memutuskan untuk ke dokter seminggu setelah pernikahan. Setelah dicek, dokter mengatakan bahwa Ralph terkena kanker.

Ralph sangat terkejut. Ralph masih muda dan Alice bertanya kembali kepada dokter,"Are you sure?" Dokter meyakinkan bahwa itu memang kanker dan harus dilakukan biopsi. Ralph harus menjalani radiasi yang menyakitkan. Radiasi itu tidak hanya mematikan sel-sel dari cancer. tetapi itu juga akan mematikan sel-sel normal. Efeknya sangat menyakitkan karena membuat Ralph sulit untuk menelan makanannya.




Suatu hari Ralph ingin makan dan ia minta tolong kepada istrinya karena ia sangat kesakitan. Alice istrinya tidak dapat berbuat apa-apa, Alice hanya berdoa, "TUHAN... KAU ADALAH TUHAN YANG DAPAT MELAKUKAN MUJIZAT. TOLONG KAMI TUHAN".

Kemudian tiba-tiba dia teringat mengenai ayat mengenai laut merah. Ketika itu, si Ralph melihat tangan Tuhan, memegang tangannya, dan membimbingnya mengambil gelas susu yg besar, kemudian dia meminum segelas susu hingga habis tanpa rasa sakit". Alice mengingat bahwa itu adalah sebuah miracle.



Kondisi Ralph makin lama makin memprihatinkan. Tumor menjadi ganas dan mulai menyerang mata kirinya dan otaknya. Tumor ini sangat amat agresif dan dokter menyatakan hidupnya hanya tinggal 3 bulan. Perlahan demi perlahan, tumor mulai merusak muka dan rambutnya.

Sang istri sangat takut, bila suaminya menjadi down dan meninggalkan Tuhan. Tetapi suatu hal yang luar biasa. Ralph tetap setia kepada Tuhan. Ralph mengerti bahwa Tuhan mengasihi dia dan dia percaya akan hal itu.

Bahkan dia berkata kepada istrinya "Alice, Alkitab berkata, Hidup kita ada ditangan Tuhan, bukan ditangan Dokter. Ini bukanlah kehendak Tuhan agar saya lekas kembali ke Surga. Saya tau bahwa Tuhan menginginkan saya untuk mengenal-Nya lebih lagi".

Sungguh pernyataan yang amat luar biasa dengan kondisi wajah yg sudah rusak dan hidup yang tinggal sebentar lagi. Ralph selalu mengatakan "I still believe in God. I believe in our Lord Jesus Christ 100%".

Ralph mulai bersaksi dengan didampingi oleh istrinya yang terus setia mendampinginya. Ralph menyaksikan bagaimana didalam segala kesakitannya, dan penderitaannya untuk tidur, makan dan aktivitas lainnya, dia merasa Tuhan tetap mengasihi dia.setiap dia mulai putus asa, dia selalu berdoa dan minta kekuatan kepada Tuhan untuk berbicara kepadanya. Satu ayat yang memberikan Ralph kekuatan adalah dari Yosua 1:9 "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu? jangan kecut dan tawar hati, sebab Tuhan Allahmu, menyertai engkau, kemana engkau pergi".

Walaupun kondisinya yang sakit dan luar biasa dia tetap bersemangat untuk bersaksi dan mengabarkan Injil. Pernah suatu hari dia bertemu dengan orang yang tidak mengenal Yesus. dengan wajahnya yang memburuk dan mata yg hampir tidak dapat dibuka dia masih menyapa orang itu dan berkata "Pernahkan kamu mendengar tentang Yesus?". Dengan kanker yang menyerangnya, dengan kesakitan yg dimilikinya, dia tetap selalu memberitakan bahwa "Tuhan Yesus mengasihimu".

Semenjak Ralph sakit, Alice tetap menunjukkan kasih sayang dan kesabaran yang sangat luar biasa dalam mendampingi suaminya. Alice menjaganya, menyiapkan makanan, membersihkan luka2xnya, dan hanya tidur di kursi untuk menjaga suaminya. Dokter dan orang-orang mengakui bahwa Alice memiliki kekuatan luar biasa seakan-akan kekuatan dari tiga suster rumah sakit. Alice menunjukkan cintanya dalam suka dan duka, sehat dan sakit. Cinta yang kekuatannya didorong oleh kasih Agape, kasih Ilahi.

Ketika Alice melihat kesehatan suaminya semakin merosot dan wajahnya semakin mengerikan, setiap saat Alice memeluk Ralph, Alice tidak pernah merasa takut. Alice berkata "Setiap saya melihat wajah suami saya, saya melihat Kasih Yesus terpancar dari wajahnya. Dari dirinya saya melihat Yesus. setiap saya melihatnya, saya selalu ingin mencium dia. saya sungguh-sungguh merasakan bahwa perkawinan yang Tuhan berikan sungguh merupakan suatu anugerah Terbesar yg pernah Tuhan berikan yang menyatukan kami menjadi satu."




Pernah suatu kali, ketika Alice melihat suaminya, dia menangis dan berkata "Tuhan, hidup ini dalam tangan-Mu. Lord, Ralph bukanlah milikku.. tetapi dia milik-Mu. Kau lebih mengasihi dia daripada aku. Saya bersyukur bahwa Engkau mrengasihinya. Tuhan, saya mohon tolong saya dan berikan saya kekuatan agar dapat melewati semua ini."

Pada akhirnya Ralph dipanggil Tuhan, tapi ketegaran imannya dan kesetiaan Ralph dan Alice kepada Tuhan sungguh sangat mengagumkan.

Kasih Alice tidak berubah walaupun wajah Ralph memburuk dan kasih Ralph kepada Tuhan juga tidak berubah walau kenyataannya dia tidak mengalami kesembuhan.
Inilah Love Never Fail. Cinta Kasih Sejati.


3 comments:

Noell_vb said...

Kasih Indah dalam hidup kita semua..
dalam suka maupun duka kita harus selalu bersyukur pada Tuhan atas semua yang kita jalani...terima kasih untuk artikel ini..memberikan kita inspirasi bahwa cinta itu suci dan cinta mengalahkan segala situasi..salam damai dari Ambon

gustihana said...

Inspiratif banget..

Coco said...

Luar biasa! setia kepada Tuhan sampai akhir dan tetap percaya apapun kehendakNya dalam kehidupan kita. satuhal yang pasti rancangan Tuhan tidak pernah jahat.. Praise the Lord! Jbu