Renungan: SEPASANG SAYAP

Seorang peri kecil memandangi punggungnya yang hanya memiliki sayap di sebelah kirinya. Lalu dia meratap "Tuhan kenapa aku hanya punya 1 sayap, sedangkan aku ingin melihat keindahan hidup ini, aku butuh sayap 1 lagi untuk melengkapiku, tentu saja sayap yang indah ya Tuhan".

Tiba-tiba Tuhan yang sangat mencintai peri kecil itu, mengabulkan permintaannya. Sebuah sayap indah dan cantik tumbuh di samping sayap kirinya. Peri kecil itupun sangat girang, dia memandangi sayap kecil barunya yang sangat indah, sangat menarik di punggungnya. Sekian lama tidak mempunyai sepasang sayap, sayap baru itu pun dipandangi oleh si peri kecil tak henti-hentinya, dia sangat memuja sayap itu, hingga dia lupa kalau sayap itu seharusnya bisa membuatnya terbang.

Hari demi hari si peri kecil lalui dengan sepasang sayap, hingga akhirnya dia teringat keinginannya untuk melihat keindahan di kehidupan dunia ini dengan terbang. Berjalanlah ia ke suatu batu untuk meloncat dan memulai kisah terbang pertamanya, dan "Huppp....aduh...kenapa sayap kecilku tidak mau bergerak dan membuatku terbang" si peri kecil terjatuh dari batu besar itu, dan dia mencobanya lagi...lagi...dan lagi.

Badan si peri kecil itu pun memar karena berkali-kali terjatuh dari batu, dan dia pun menangis "Tuhan, kenapa sayap indahku ini tidak bisa membuatku terbang ? Kenapa Tuhan tidak mendengar permintaanku ?" dan Tuhan pun menjawab "Peri kecilku, aku telah menjawab permintaanmu, kamu menginginkan sayap yang indah bukan ?". Lalu si peri kecilpun menjawab "Tapi aku ingin terbang Tuhan" dan Tuhan pun membalas "Baiklah kalau kamu ingin terbang akan kuberi sayap yang akan membantumu terbang, tapi sayap yang indah itu akan kuambil". Peri kecil bingung dan bertanya "Loh kenapa bukan sayap indah ini saja Tuhan, sayap ini indah kalau bisa membantuku terbang, tentu saja sayap ini akan sempurna" dan Tuhan menjawab "Sayangku, sayap itu indah tapi dia tidak bisa untuk terbang, setiap sayap punya kelebihan masing-masing dan kata sempurna itu terbatas oleh pemikiranmu, sempurna untukmu belum tentu sempurna bagi yang lain".

Peri kecil pun sedih ketika sayap indah itu lenyap dari punggungnya, dia menangis "Tuhan....aku sayang sekali sayap itu..." dan Tuhan pun tersenyum melihat peri kecil itu sambil berkata "Aku akan memberikan yang kau butuhkan peri kecil sayangku". Lalu tumbuhlah sayap di punggung kanannya, lalu kedua sayap peri itu pun bergerak-gerak. Si peri kecilpun menatap sayap baru dikanannya, diamatinya sayap baru itu setiap detail dalam gerakan lincahnya dan peri kecil itupun perlahan-lahan terbang.

Dalam perjalanan terbangnya si peri kecil merasa kurang lengkap, dia masih menginginkan sayap indahnya lah yang membantunya terbang, Tuhan tahu apa yang dipikirkan si peri kecil lalu Tuhan berbisik kepada peri kecil itu "Sayangku, sayapmu adalah pelengkapmu dalam melihat indahnya dunia ini, cintailah sayapmu, sayangilah dia setulus hatimu tanpa melihat indah atau tidaknya sayap itu, maka kamu akan melihat kesempurnaan. Lihatlah apa yang dapat kamu lihat dengan bantuan sayap itu", dan peri itu pun menatap ke depan tanpa menghiraukan penampilan sayapnya....peri kecil itupun tersenyum dan berkata "Terima kasih Tuhan"


.:Love doesn't need perfection:.

No comments: