MieYabi VS Daun Ganja



Uuups... sorry judul di atas salah ketik ! Judul yang benar adalah "Mie Instant VS Daun Pepaya". heheheee :) Langsung lanjut yah....


Bila kita melihat rasa, saya yakin sebagian besar manusia lebih memilih mie instant daripada daun pepaya. Mie instant memiliki rasa yang gurih dan lezat, apalagi bila diberi cabe dan bumbu masak yang menambah cita rasa masakan. Sedangkan daun pepaya... Udah rasanya pahit, bentuknya juga kurang menarik.

Tapi tahukah anda bila mie instant mengandung bahan pengawet? Dan mie tersebut terkandung lilin yang berfungsi untuk melapisi mie instant. Pernah teman saya bereksperimen dengan cara menyimpan kuah hasil olahan mie instan selama 3 hari, dan ternyata memang terbukti ditemukan zat seperti lilin. 

Bagaimana dengan daun pepaya? Daun pepaya, meski rasanya pahit, namun daun pepaya memiliki khasiat yang sangat banyak. Diantaranya adalah memperlancar pencernaan, menambah nafsu makan, antibiotik demam berdarah, dan bisa mengobati kanker.

Seperti kehidupan kita, terkadang kita merasa terbuai dengan hal-hal yang terlihat menyenangkan. Namun dalam keadaan tersebut, secara tidak sadar kehidupan kita semakin hancur dalam buaian yang mematikan.

Karena seringkali mengikuti gaya hidup yang tampaknya keren dan membanggakan, Seperti memakai Narkoba, pergi ke tempat-tempat hiburan malam, dan lain-lain. Sebenarnya saat kita memulainya, kita sudah masuk dalam jerat buaian dunia ini. 

Iman kita akan menjadi tumpul karenanya. Kita menjadi memandang remeh hal-hal yang berbau Rohani, kita menjadi malas berdoa karena asik akan buaian dunia, kita jadi malas ke beribadah karena ada tempat yang lebih mengasyikkan dan bila kita terus terbuai, lama-kelamaan hati kita menjadi semakin keras dan sulit untuk diubah menjadi lebih baik. 

Itulah pentingnya “daun pepaya” dalam kehidupan kita. Itulah pentingnya kita harus tetap beribadah meski kita dalam keadaan sulit, menyediakan waktu untuk berdoa meski banyak kesibukan, rela membantu sesama meski diri kita sendiri sebenarnya memerlukan bantuan. 

Memang, rasanya benar-benar tidak enak. Pahit banget. Namun percayalah, bila kita sudah terbiasa memakan daun pepaya, pahitnya daun pepaya menjadi tidak terasa lagi. Yang terasa hanyalah tubuh kita yang semakin sehat karena khasiat daun pepaya yang tidak enak. 

Melakukan hal yang baik itu tidak enak, apalagi disaat kita sendiri sedang susah. Namun didalam ketidak enakan itulah kita semakin mengerti makna kasih yang sejati, dan merasakan bahwa kebaikan bukan lagi sebagai beban apalagi kewajiban, melainkan kebutuhan. Kebutuhan yang membuat suka cita di hati di dalam Tuhan.

Gbu Bless Us...
Micko Sugiri

No comments: